Candi Kalasan

posted in: Tempat Wisata | 0
Share ya

Candi Kalasan. Beberapa orang senantiasa menyebutkan Borobudur adalah bangunan candi Budha. Walau sebenarnya, terdapat beberapa candi bercorak Budha yang ada di Yogyakarta, satu diantara yang terkait erat dgn Borobudur yaitu Candi Tara. Candi yang terdapat di Kalibening, Kalasan ini di bangun oleh rancangan yang sama dgn Borobudur, yakni Rakai Panangkaran. Lantaran letaknya di daerah Kalasan, maka candi ini lebih di kenal dgn nama Candi Kalasan.

Candi Kalasan-wisatajogjamurah

Usai di bangun pada taun 778 M, Candi Tara jadi candi Budha tertua di Yogyakarta. Candi yang berdiri tidak jauh dari Jalan Jogja Solo ini di bangun untuk penghargaan atas perkawinan Pancapana dari Dinasti Sanjaya dgn Dyah Pramudya Wardhani dari Dinasti Syailendra. Tak hanya untuk hadiah perkawinan, candi itu juga adalah respon usulan beberapa raja untuk membangun satu lagi bangunan suci untuk Dewi Tara serta biara untuk beberapa pendeta.

Candi Tara yaitu bangunan berupa dasar bujur sangkar dgn tiap-tiap segi memiliki ukuran 45 mtr. serta tinggi 34 mtr.. Bangunan candi secara vertikal terbagi dalam tiga sisi, yakni kaki candi, badan candi serta atap candi. Sisi kaki candi yaitu suatu bangunan yang berdiri di alas batu berupa bujur sangkar serta sebuah batu lebar. Di bagian itu ada tangga dgn hiasan makara di ujungnya. Sesaat, di sekitar kaki candi ada hiasan sulur-suluran yang keluar dari suatu pot.

Badan candi mempunyai tampilan yang menjorok keluar di segi tengahnya. Dibagian permukaan luar badan candi ada relung yang dihiasi sosok dewa yang memegang bunga teratai dgn posisi berdiri. Sisi tenggaranya mempunyai suatu bilik yang di dalamnya ada singgasana bersandaran yang dihiasi motif singa yang berdiri diatas punggung gajah. Bilik itu bisa dimasuki dari bilik penampil yang ada di segi timur.

Sisi atap candi berupa sisi delapan serta terbagi dalam dua tingkat. Suatu arca yang menggambarkan manusia Budha ada pada tingkat pertama sesaat pada tingkat ke-2 ada arca yang menggambarkan Yani Budha. Sisi puncak candi berbentuk bujur sangkar yang melambangkan Kemuncak Semeru dgn hiasan stupa-stupa. Di bagian perbatasan badan candi dgn atap candi ada hiasan bunga makhluk khayangan berbadan kerdil dimaksud Gana.

Apabila anda mencermati detil candi, anda akan menjumpai relief-relief cantik pada permukaannya. Umpamanya relief pohon dewata serta awan beserta penghuni khayangan yang tengah memainkan bunyi-bunyian. Beberapa penghuni khayangan itu membawa rebab, kerang serta camara. Ada juga deskripsi kuncup bunga, dedaunan serta sulur-suluran. Relief di Candi Tara mempunyai kekhasan lantaran dilapis dgn semen kuno yang dimaksud Brajalepha, terbuat dari getah pohon spesifik.

Di sekitar candi ada stupa-stupa dgn tinggi seputar 4,6 m sejumlah 52 buah. Walau stupa-stupa itu tidak lagi utuh lantaran bagiannya telah tidak kemungkinan dirangkai utuh, anda tetap dapat menikmatinya. Berkunjung ke candi yang histori berdirinya di ketahui menurut Prasasti Candi yang berhuruf Panagari ini, anda bakal makin mengakui kehebatan Rakai Panangkaran yang juga pernah bangun bangunan suci di Thailand.

Candi ini dapat jadi bukti bahwasanya pada saat lalu sudah ada usaha untuk merukunkan pemeluk agama satu dgn yang lain. Dapat dibuktikan, Panangkaran yang beragama Hindu bangun Candi Tara atas usulan beberapa pendeta Budha serta dipersembahkan untuk Pancapana yang juga beragama Budha. Candi ini pulalah sebagai satu diantara bangunan suci yang memberikan inspirasi Atisha, seseorang Budhis asal India yang sempat berkunjung ke Borobudur serta menyebarkan Budha ke Tibet.

Alamat: Jl. Jogja-Solo km 13, Kalasan, Yogyakarta, Indonesia

Referensi Artikel : yogyes.com

Mau Booking Hotel, Cari Tiket Pesawat atau Kereta? Disini aja..

Keyword Dicari:

  • candi kalasan

Leave a Reply