Candi Ratu Boko

posted in: Tempat Wisata | 0
Share ya

Candi Ratu Boko yaitu suatu bangunan megah yang di bangun pada saat pemerintahan Rakai Panangkaran, satu diantara keturunan Wangsa Syailendra. Candiyang awalannya bernama Abhayagiri Vihara (artinya biara di bukit yang penuh kedamaian) ini didirikan untuk area menyepi serta fokus diri pada kehidupan spiritual. Ada di candi ini, anda dapat rasakan kedamaian sekalian lihat panorama kota Yogyakarta serta Candi Prambanan dgn latar Gunung Merapi.

Candi ini terdapat di 196 mtr. diatas permukaan laut. Areal candi seluas 250.000 m2 terbagi jadi empat, yakni tengah, barat, tenggara, serta timur. Sisi tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, Candi Pembakaran, kolam, batu berumpak, serta Paseban. Sesaat, sisi tenggara mencakup Pendopo, Balai-Balai, 3 candi, kolam, serta kompleks Keputren. Kompleks gua, Stupa Budha, serta kolam ada dibagian timur. Sedang sisi barat cuma terdiri atas perbukitan.

Wisatajogjamurah-Candi-Ratu-Boko

Apabila masuk dari pintu gerbang candi, anda bakal segera menuju ke sisi tengah. Adanya dua buah gapura tinggi bakal menyambut anda. Gapura pertama mempunyai 3 pintu, sementara itu gapura ke-2 mempunyai 5 pintu. Apabila anda jeli, pada gapura pertama bakal ditemukan tulisan ‘Panabwara’. Menurut prasasti Wanua Tengah III, kata itu dituliskan oleh Rakai Panabwara, (keturunan Rakai Panangkaran) yang menggantikan istana. Tujuan penulisan namanya yaitu untuk melegitimasi kekuasaan, memberikan ‘kekuatan’ hingga lebih agung serta berikan sinyal bahwasanya bangunan itu yaitu bangunan utama.

Sekitar 45 mtr. dari gapura ke-2, anda bakal menjumpai bangungan candi yang memiliki bahan basic batu putih yang dimaksud Candi Batu Putih. Tidak jauh dari situ, bakal ditemukan juga Candi Pembakaran. Candi itu berupa bujur sangkar (26 mtr. x 26 mtr.) serta mempunyai 2 teras. Seperti namanya, candi itu dipakai untuk pembakaran jenasah. Tak hanya ke-2 candi itu, suatu batu berumpak serta kolam bakal didapati dan apabila anda jalan sekitar 10 mtr. dari Candi Pembakaran.

Sumur penuh misteri bakal didapati apabila jalan ke arah tenggara dari Candi Pembakaran. Konon, sumur itu bernama Amerta Mantana yang artinya air suci yang didapatkan mantra. Saat ini, airnya juga tetap kerap digunakan. Penduduk setempat menyampaikan, air sumur itu bisa membawa keberuntungan untuk pemakainya. Sesaat beberapa orang Hindu memakainya untuk Upacara Tawur agung satu hari sebelum Nyepi. Pemakaian air dalam upacara dipercaya bisa mensupport tujuannya, yakni untuk memurnikan diri kembali dan kembalikan bumi serta berisi pada serasi awalannya. Saya merekomendasikan anda bertandang ke Candi Prambanan satu hari sebelum saat Nyepi bila mau lihat sistem upacaranya.

Mengambil langkah ke sisi timur candi, anda bakal menjumpai dua buah gua, kolam besar memiliki ukuran 20 mtr. x 50 mtr. serta stupa Budha yang tampak tenang. Dua buah gua itu terbentuk dari batuan sedimen yang dimaksud Breksi Pumis. Gua yang ada lebih atas diberi nama Gua Lanang sedang yang ada dibawah dimaksud Gua Wadon. Persis di muka Gua Lanang ada suatu kolam serta tiga stupa. Menurut suatu riset, di ketahui bahwasanya stupa itu adalah Aksobya, satu diantara Pantheon Budha.

Walau didirikan oleh seorang Budha, candi ini mempunyai unsur-unsur Hindu. Itu bisa diliat dgn adanya Lingga serta Yoni, arca Ganesha, dan lempengan emas yang bertuliskan ” Om Rudra ya namah swaha ” untuk wujud pemujaan pada Dewa Rudra yang disebut nama lain Dewa Siwa. Ada unsur-unsur Hindu itu menunjukkan ada toleransi umat beragama yang tercermin dalam karya arsitektural. Memanglah, waktu itu Rakai Panangkaran yang disebut pengikut Budha hidup berdampingan dgn beberapa pengikut Hindu.

Sedikit yang tahu bahwasanya candi ini merupakan saksi bisu awal kejayaan di tanah Sumatera. Balaputradewa pernah melarikan diri ke istana ini sebelum saat ke Sumatera saat terserang oleh Rakai Pikatan. Balaputradewa memberontak lantaran merasa untuk orang nomer dua di pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno disebabkan pernikahan Rakai Pikatan dgn Pramudhawardani (saudara Balaputradewa. Sesudah ia kalah serta melarikan diri ke Sumatera, barulah ia jadi raja di Kerajaan Sriwijaya.

Untuk suatu bangunan peninggalan, Candi Ratu Boko mempunyai keunikan di banding peninggalan lain. Bila bangunan lain biasanya berbentuk candi atau kuil, maka seperti namanya candi ini tunjukkan tanda-tanda untuk hunian. Itu diperlihatkan dari ada bangunan berbentuk tiang serta atap yang terbuat berbahan kayu, walau saat ini yang tertinggal cuma batur-batur dari batu saja. Telusurilah istana ini, maka anda bakal memperoleh semakin banyak lagi, satu diantaranya panorama senja yang benar-benar indah. Seorang turis asal Amerika Serikat menyampaikannya, ” Inilah senja yang terindah di bumi”. Tunggulah apa lagi? Yuk jalan-jalan bareng wisatajogjamurah.com :D

Alamat: Jalan Raya Jogja-Solo, Prambanan, Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 496 510

Referensi Artikel : yogyes.com

Mau Booking Hotel, Cari Tiket Pesawat atau Kereta? Disini aja..

Leave a Reply