Pantai Siung

posted in: Tempat Wisata | 0
Share ya

Pantai Siung terdapat di suatu lokasi terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya samping selatan kecamatan Tepus. Jaraknya kira-kira 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau kurang lebih 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dgn sepeda motor atau mobil jadi pilihan beberapa orang, karena memanglah susah temukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari umumnya cuma hingga ke lokasi Tepus, itupun harus menanti berjam-jam.

pantai siung wisatajogjamurah

Stamina yang sempurna serta performa kendaraan yang baik yaitu modal utama untuk dapat menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang harus ditaklukkan, dimulai dari tanjakan, tikungan tajam yang terkadang dibarengi turunan sampai panas terik yang menerpa kulit waktu lewat jalan yang dikelilingi perbukitan kapur serta ladang-ladang palawija. Seluruhnya menghadang dari di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang didapati) sampai pantainya.

Seakan tidak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta – Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari – Baron serta Baron – Tepus yaitu jalur yang paling gampang dibuka, jalan sudah diaspal mulus serta prima. Jalur lain lewat Yogyakarta – Imogiri – Gunung Kidul mempunyai tantangan yang lebih berat lantaran banyak jalan yang berlubang, sesaat jalur Wonogiri – Gunung Kidul terlampau jauh apabila ditempuh dari kota Yogyakarta.

Seperti suatu ungkapan, ” bersakit-sakit dulu bersenang-senang kemudian “, begitulah sangkanya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan serta kedamaian baru dapat dirasakan saat sudah tiba di pantai. Birunya laut serta putihnya pasir yang terjaga kebersihannya bakal menyembuhkan raga yang capek. Ada beberapa rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bertumpu serta bercengkrama sembari nikmati indahnya panorama.

Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung yaitu batu karangnya. Karang-karang yang memiliki ukuran raksasa di samping barat serta timur pantai mempunyai peran utama, tidak hanya jadi penambah keindahan serta pembatas dgn pantai lain. Karang itu juga sebagai basic penamaan pantai, saksi kejayaan lokasi pantai di saat lampau serta pesona yang bikin pantai ini makin di kenal, sekurang-kurangnya di lokasi Asia.

Batu karang sebagai basic penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai di ambil dari wujud batu karang yang menurut Wastoyo, seseorang sesepuh setempat, mirip gigi kera atau Siung Wanara. Sampai saat ini, batu karang ini tetap dapat di nikmati keindahannya, berpadu dgn ombak besar yang terkadang menerpanya, sampai celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan-lahan, menghidangkan suatu panorama dramatis.

Karang gigi kera yang sampai saat ini tetap tahan dari gerusan ombak lautan ini ikut jadi saksi kejayaan lokasi Siung di saat lalu. Menurut narasi Wastoyo, lokasi Siung pada saat beberapa wali jadi satu diantara pusat perdagangan di lokasi Gunung Kidul. Tidak jauh dari pantai, tepatnya di lokasi Winangun, berdiri suatu pasar. Ditempat ini juga, berdiam Nyai kami serta Nyai Podi, istri abdi dalam Kraton Yogyakarta serta Surakarta.

Beberapa besar warga Siung waktu itu berprofesi untuk petani garam. Mereka memercayakan air laut serta kekayaan garamnya untuk sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang waktu itu jadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Walau kaya bermacam type ikan, tidak banyak warga yang berani melaut waktu itu. Biasanya, mereka cuma mencari ikan di tepian.

Situasi berangsur sepi saat pasar Winangun, menurut pembicaraan Wastoyo, dibawa ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau diluar lokasi Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian serta tidak banyak lagi orang yang datang ke lokasi ini. Tak terang usaha apa yang ditempuh masyarakat setempat untuk bertahan hidup.

Di dalam periode sepi tersebut, keindahan batu karang Pantai Siung kembali bertindak. Kira-kira taun 1989, group penggemar alam dari Jepang memakai tebing-tebing karang yang ada di samping barat pantai untuk arena panjat tebing. Lalu, pada dekade 90-an, berjalan pertandingan Asian Climbing Gathering yang kembali memakai tebing karang Pantai Siung untuk arena perlombaan. Dari tersebut, popularitas Pantai Siung mulai sembuh lagi.

Saat ini, sejumlah 250 jalur pemanjatan ada di Pantai Siung, memfasilitasi pengagum olah raga panjat tebing. Jalur itu kemungkinan tetap dapat ditambah, lihat ada ketentuan agar bisa melanjutkan jalur yang ada dgn seijin pembuat jalur pada mulanya. Banyak pihak sudah memakai jalur pemanjatan di pantai ini.

Sarana lain juga mensupport aktivitas panjat tebing yaitu ground camp yang ada di samping timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda dapat didirikan serta acara api unggun dapat di gelar untuk melupakan malam. Prasyarat memakainya cuma satu, tak mengakibatkan kerusakan lingkungan serta mengganggu habitat penyu, seperti tercatat dalam suatu papan peringatan yang ada di ground camp yang dapat juga dipakai untuk yang sebatas mau menginap.

Tidak jauh dari ground camp, ada suatu rumah panggung kayu yang dapat digunakan untuk base camp, suatu pilihan tak hanya membangun tenda. Ukuran base camp cukup besar, cukup untuk 10 – 15 orang. Wujud rumah panggung bikin mata makin leluasa nikmati keeksotikan pantai. Cukup dgn bicara pada warga setempat, barangkali dgn dibarengi sebagian rupiah, base camp ini telah dapat dipakai untuk menginap.

Waktu malam atau saat sepi pengunjung, sekumpulan kera ekor panjang bakal turun dari puncak tebing karang menuju pantai. Kera ekor panjang yang saat ini semakin langka ada banyak didapati di pantai ini. Kehadiran kera ekor panjang ini barangkali juga jadi satu diantara argumen kenapa batu karang sebagai dasar penamaan dipadankan memiliki bentuk dgn gigi kera, bukan hanya type hewan yang lain.

Wastoyo mengungkap, menurut pembicaraan beberapa winasih (beberapa orang yang dapat membaca hari esok), Pantai Siung bakal rejomulyo atau kembali kejayaannya kurun waktu yang tidak lama lagi. Makin banyak pengunjung serta popularitasnya untuk arena panjat tebing jadi satu diantara tandanya bahwasanya pantai ini tengah menuju kejayaan. Kunjungan wisatawan, terhitung anda, pasti bakal makin mempercepat teraihnya kejayaan itu.

Alamat: Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia

Referensi Artikel : yogyes.com

Mau Booking Hotel, Cari Tiket Pesawat atau Kereta? Disini aja..

Keyword Dicari:

  • pantai siung jogja

Leave a Reply